fbpx

Apakah Aman Menyusui Saat Berpuasa? Simak Ulasannya di Sini!

Photo by Christopher Jolly on Unsplash

Sebentar lagi bulan Ramadhan segera tiba. Semua umat muslim bersiap-siap menyambut bulan yang penuh berkah ini dan bersiap-siap untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak terkecuali ibu menyusui. Ibu menyusui pun ingin tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang datangnya hanya satu kali dalam setahun ini. Namun rasa was-was seringkali menghampiri, apakah aman menyusui saat puasa?

Saat masa menyusui, tubuh membutuhkan banyak cairan agar bunda tidak dehidrasi. Pasalnya, saat berpuasa tubuh bunda akan kehilangan banyak cairan karena perubahan pola makan dan tidur. Nah, jika bunda sudah dehidrasi hingga pusing, lemas bahkan pingsan ini bisa berbahaya lho bund.

Di saat-saat seperti itulah bunda boleh membatalkan puasa, jika memang dirasa sudah tidak kuat apalagi jika bunda sampai sakit. Namun, jika bunda tidak mengalami hal-hal tertentu, maka tidak mengapa jika bunda tetap berpuasa. Puasa tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Hanya saja, jika bunda mengalami penurunan berat badan, hal ini akan mempengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.

Photo by Jess Bailey on Unsplash

Tips Menyusui Saat Puasa

Jika bunda ingin tetap menjalankan ibadah puasa dan tetap menyusui Si Kecil, bunda perlu simak tips menyusui saat puasa di bawah ini, dikutip dari laman alodokter.com:

  1. Perhatikan asupan saat sahur

Untuk menjalankan ibadah puasa hampir sehari penuh, bunda perlu mencukupi asupan nutrisi saat sahur. Karena asupan nutrisi dari makanan dan cairan yang dikonsumsi saat sahur adalah cadangan nutrisi selama menjalankan ibadah puasa. Untuk itu bunda perlu memerhatikan apa saja yang perlu bunda konsumsi saat sahur. Ada beberapa makanan yang disarankan untuk ibu menyusui saat berpuasa, seperti brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah.

  1. Cegah dehidrasi

Dehidrasi memang kerap dialami oleh bunda yang sedang dalam masa menyusui. Dehidrasi saat menyusui ini dapat ditunjukan dengan gejala-gejala seperti, merasa pusing, haus, lemas serta mulut yang kering. Jika bunda mengalami hal ini, maka bunda diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan mengonsumsi cairan untuk merehidrasi tubuh.  Namun, dehidrasi juga dapat dicegah dengan mengonsumsi cairan yang cukup pada waktu sahur dan berbuka puasa.

  1. Persiapan menjalani puasa selagi menyusui

Persiapan untuk menjalani puasa selagi menyusui penting untuk diperhatikan. Puasa saat menyusui juga ada batasan-batasannya. Salah satu contohnya, bunda tidak boleh melakukan pekerjaan yang terlalu berat. Istirahatkan tubuh bunda dan pastikan bunda berada di tempat yang teduh. Saat sahur dan berbuka konsumsilah makanan sehat yang mengandung banyak potasium, magnesium dan zinc, karena selama bunda berpuasa beberapa kandungan yang ada di dalam ASI tersebut dapat berkurang. Bahkan jika perlu, bunda dapat mencatat makanan dan minuman yang akan bunda konsumsi selama berpuasa. Hal ini dilakukan untuk membantu mengatur nutrisi dan cairan yang bunda konsumsi.

  1. Istirahat yang Cukup

Selama berpuasa, tubuh bunda bisa saja mengalami kekurangan energi, terlebih bunda sedang dalam masa menyusui. Untuk itu, bunda disarankan untuk mengurangi aktivitas yang terlalu berat karena hal ini hanya akan membuat tubuh bunda merasa cepat lelah atau bahkan bunda bisa kekurangan energi. Bunda juga dapat memanfaatkan waktu tidur di siang hari agar dapat menghemat energi.

Itulah beberapa tips yang dapat bunda lakukan di rumah. Poin yang paling penting adalah perhatikan cairan yang bunda konsumsi untuk mencegah dehidrasi. Karena menyusui saat berpuasa akan membuat bunda mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh. Oleh karena itu, konsumsi cairan yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

Pola Makan Saat Menyusui dan Berpuasa

Di kutip dari laman doktersehat.com, ada pola makan untuk bunda yang sedang berpuasa sekaligus menyusui:

  1. Usahakan untuk makan utama lebih dari 2 kali

Pada umumnya, saat berpuasa orang-orang hanya makan utama pada saat sahur dan berbuka. Berbeda dengan bunda yang sedang dalam masa menyusui, bunda yang sedang menyusui sangat disarankan oleh para ahli untuk mengonsumsi makanan utama setelah shalat tarawih. Bunda juga dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang sehat seperti buah-buahan atau bubur kacang hijau untuk mencukupi asupan gizi saat bunda sedang menyusui.

  1. Pilih makanan yang kaya sumber gizi

Ada banyak makanan yang kaya sumber gizi yang dapat bunda konsumsi, seperti kacang hijau, kacang merah, susu serta buah-buahan seperti alpukat dan lainnya. Jenis makanan seperti ini mengandung kalori yang tinggi yang terbentuk dari gizi yang tepat, yaitu protein dan lemak baik. Namun, jika bunda mengonsumsi makanan yang miskin gizi, seperti camilan kemasan dan minum-minuman manis serta gorengan, hanya akan membuat tubuh bunda merasa kenyang tanpa adanya asupan gizi. Oleh karena itu, bunda harus pandai-pandai memilih makanan yang kaya sumber zat gizi.

  1. Perhatikan asupan cairan

Asupan cairan saat bunda menyusui dan berpuasa sangat penting untuk diperhatikan. Menurut riset, lebih dari 70% komponen ASI adalah cairan yang terbentuk dari air putih sang ibu. Untuk itu bunda perlu mengonsumsi air putih 10-14 gelas dalam sehari. Minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas menjelang dan setelah ibadah tarawih, 2 gelas setelah makan utama setelah tarawih, 2 gelas setelah bangun sahur dan 2 gelas lagi setelah makan sahur. Dengan begitu, asupan cairan bunda akan terpenuhi saat berpuasa.

Jadi kesimpulannya adalah bunda tetap diperbolehkan berpuasa ketika tidak terjadi hal-hal tertentu pada tubuh bunda. Jadi, berpuasa selagi menyusui tetap aman ya bunda. Namun, ada yang harus diingat, perhatikan pola makan bunda dan ikuti tips-tips yang sudah disebutkan di atas. Sekarang bunda tidak perlu khawatir dan merasa was-was lagi ya bun. Jangan lupa sebelum bunda berpuasa, konsultasikan hal ini pada dokter terlebih dahulu.

Referensi

CONNECT WITH US

Follow Us

Copyright 2019. Sahabatlactamond.com