fbpx
Hentikan Kecanduan Anak Menonton Televisi

Hentikan Kecanduan Anak Menonton Televisi

Anak Kecanduan Nonton Televisi? Hentikan Dengan Cara Ini!

Anak Kecanduan
Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Anak bunda kecanduan nonton televisi? Sebenarnya apa sih pengertian dari kecanduan itu sendiri? Kecanduan adalah suatu keadaan di mana seseorang bersedia mengorbankan segala hal yang dulu disukainya menjadi teralihkan sepenuhnya dengan kegiatan baru secara terus-menerus. Tidak dipungkiri lagi bahwasannya televisi adalah salah satu alat elektronik yang berisi banyak hiburan dan seringkali melalaikan. Terlebih bagi si kecil yang sangat menyukai dunia hiburan. Jika anak terus-terusan kecanduan nonton televisi dikhawatirkan akan berdampak buruk pada si kecil. Seperti misalnya matanya mulai mengalami kelainan minus, plus atau bahkan silinder, mengalami obesitas karena kurangnya aktivitas fisik, terlalaikan dari dunia dan meninggalkan kewajiban ibadah, dan lain sebagainya.

Kenali 5 Tanda Anak Kecanduan Nonton Televisi

Dilansir dari id.theasianparent.com, berikut ini tanda-tanda anak kecanduan nonton televisi.

  1. Tiada Hari Tanpa Televisi

Pernahkah bunda perhatikan ? Ketika anak mulai kecanduan nonton televisi ? Kecanduan nonton televisi adalah saat di mana ia benar-benar paham dan hafal mengenai jadwal saluran televisi yang dia sukai. Bunda perlu berhati-hati, ini merupakan tanda-tanda awal bahwa anak kecanduan nonton televisi.

  1. Mengaitkan Aktivitas Hariannya Dengan Tontonan Televisi

Seperti misalnya saat si kecil sudah senang bercerita mengenai acara-acara di televisi lalu ia kait-kaitkan dengan kehidupan sehari-harinya. Ia mulai ingin merengek menangis meminta sesuatu yang ia lihat di televisi. Hati-hati bund, jika anak sudah seperti ini jangan dibiarkan ya bund.

  1. Malas Beraktivitas

Jika pada awalnya si kecil termasuk anak yang hiperaktif kemudian menjadi pasif di depan televisi, ini salah satu ciri-ciri bahwa anak bunda sudah mulai terjangkit virus-virus yang meracuni anak bunda sehingga tidak ingin diajak bermain, belajar, atau lain sebagainya.  

  1. Tidak Ingin Mandi

Salah satu hal yang paling menyedihkan adalah ketika si kecil sudah benar-benar sulit untuk di atur, diajak mandi sulit, bahkan sampai kencing di celana karena saking asyiknya menonton televisi dan tidak mau ketinggalan cerita selanjutnya. Jikalau sudah seperti ini, bunda harus bersikap tegas, namun tetap tidak menggunakan cara kekerasan untuk mengingatkan anak.

  1. Sulit Jika Diajak Berinteraksi

Jika anak bunda sulit untuk diajak interaksi, diajak bicara justru marah, mungkin juga karena merasa terganggu, jika gejala-gejala ini muncul pada anak bunda, berarti anak bunda sudah mengalami kecanduan tonton televisi, dan hal ini harus segera bunda hentikan.

Bunda tidak inginkan hal itu terjadi pada anak bunda ? Tentu tidak ya, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus bunda lakukan agar anak tercegah dari kecanduan televisi.

Peran Bunda Untuk Mencegah Anak Nonton Televisi

Anak Kecanduan
Photo by Daria Obymaha from Pexels

Seperti dilansir dari surabayatribunnews.com berikut ini peran bunda untuk mencegah anak nonton televisi :

  • Dampingi Kegiatan Sang Anak

Dengan keberadaan bunda yang selalu ada di samping sang anak, bunda dapat mengontrol segala aktivitas hariannya saat di rumah, jangan biarkan anak sendirian tanpa kontrol kita sebagai orangtuanya.

  • Berikan Arahan-arahan Positif

Ada banyak arahan-arahan positif yang dapat bunda lakukan, seperti misalnya ajarkan anak untuk belajar, berkomunikasi dengan bunda, mengajaknya untuk menceritakan keluh kesahnya, dan lain sebagainya. Sehingga sang anak akan merasa nyaman ketika di dekat bunda.

  • Letakkan Televisi di Ruangan yang Jarang digunakan

Dengan inisiatif bunda yang satu ini, diharapkan anak dapat belajar untuk mengurangi kecanduan nonton televisi. Karena nonton televisi ini lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Oleh karena itu, sebaiknya hindarkan alat eletronik yang satu ini dari pandangan si kecil.

  • Mulai Sekarang Juga

Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi bund ? Tidak inginkan jika si kecil menjadi rusak moral dan agamanya ? Maka jangan tunda-tunda lagi untuk mencegah anak agar tidak kecanduan nonton televisi. Nah itu beberapa hal di atas adalah peran bunda yang dapat bunda lakukan untuk mendukung anak agar tidak kecanduan nonton televisi.

Tips Unik Hentikan Kecanduan Nonton Televisi

Dikutip dari laman shopback.co.id, berikut ini tips unik hentikan anak kecanduan nonton televisi :

  1. Fokus Pada Makanan Saat Makan

Ketika makan, mencobalah untuk fokus pada makanan. Ajari anak bunda agar ketika makan tidak nonton televisi. Karna jika terlalu fokus pada televisi, pada akhirnya anak tidak akan terlalu menikmati makanan atau bahkan makanan hanya sebagai bahan mainan, dalam arti tidak benar-benar di makan.

  1. Ganti Kebiasaan Anak Bunda

Jika kebiasaan anak bunda ketika bermain atau belajar sambil nonton tv, cobalah ubah kebiasaan buruknya tersebut. Alihkan kebiasaan tersebut dengan belajar sambil makan, sambil membaca kisah-kisah inspiratif atau yang lain sebagainya.

  1. Ajarkan Anak Untuk Mengaji

Dengan pergi mengaji, atau bunda yang mengajarkannya mengaji dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menghilangkan kecanduan pada anak. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, dijamin anak bunda perlahan dapat menjauh dari televisi. Itulah beberapa tips unik untuk menghentikan anak dari kecanduan nonton televisi. Mudah-mudahan dapat bunda terapkan dalam kehidupan sehari-hari ya bund.

Semoga bermanfaat bunda.

Referensi

Artikel Terkait

Tips Pengusir Nyamuk Penyebab Anak Sulit Tidur

Tips Pengusir Nyamuk Penyebab Anak Sulit Tidur

Tips Pengusir Nyamuk Penyebab Anak Sulit Tidur

pengusir nyamuk
Photo from pexels

Di saat musim hujan datang, tidak dipungkiri lagi banyak nyamuk mulai berdatangan. Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya satu dua nyamuk, namun berpuluh-puluh nyamuk hinggap di rumah menganggu waktu tidur setiap malam. Terlebih jenis nyamuk yang menyerang buah hati kita adalah nyamuk Aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah. Jenis nyamuk yang satu ini merupakan nyamuk penyebab jumlah kematian manusia meningkat di setiap tahunnya.

Oleh karena itu, bunda perlu waspada terhadap serangan nyamuk Aedes aegypti. Selain waspada, bundapun harus segera melakukan pencegahan terhadap datangnya nyamuk tersebut. Lalu, bagaimana caranya untuk mengusir nyamuk secara efektif dirumah-rumah kita? Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan informasi mengenai bahan alami pengusir nyamuk secara efektif. Tentunya bunda dapat dengan mudah menerapkan tips di bawah ini di rumah bunda masing-masing.

Yuk simak informasi berikut ini hingga selesai !

Bahan Alami Pengusir Nyamuk

pengusir nyamuk
Photo by Lukas from Pexels

Di kutip dari laman, bagi-in.com ada beberapa bahan alami pegusir nyamuk yang tentu lebih aman dan nyaman ketika digunakan. Berikut ulasannya !

1. Menggunakan Botol Plastik Bekas

pengusir nyamuk

Tahukah bunda ? Hanya dengan 1 botol plastik berukuran sedang, beberapa gram gula, dan air hangat secukupnya. Bunda sudah dapat membuat alat pengusir nyamuk dengan mudah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan langkah-langkah berikut ini :

  • Siapkan satu botol plastik bekas atau botol plastik yang sudah tidak digunakan. Lalu potong bagian leher botol yang melengkung.
  • Selanjutnya, tambahkan gula dan air hangat secukupnya ke dalam botol plastik tadi.
  • Biarkan hingga air hangat tadi berubah menjadi suhu normal dan jika perlu tambahkan gula lagi. Ingat ! Jangan diaduk, biarkan saja.
  • Setelah itu, pasang kembali potongan botol tadi dengan cara terbalik.

Langkah terakhir, letakan botol tersebut di ruangan yang banyak ditemukan nyamuk, dan tunggu beberapa saat nyamuk akan berdatangan masuk ke dalam botol tersebut

2. Menggunakan Kulit Jeruk Kering

pengusir nyamuk
Image by Ulrike Leone from Pixabay

Bunda baru saja mengonsumsi buah jeruk ? Tunggu, jangan langsung dibuang kulit jeruknya. Menggunakan kulit jeruk merupakan salah satu cara sederhana untuk mengusir nyamuk secara alami. Bagaimana caranya ? Cukup dengan meletakan kulit jeruk di ruangan yang banyak nyamuk. Caranya cukup mudah bukan ?  Simpel sekali.

3. Menggunakan Minyak Kayu Putih

pengusir nyamuk
Photo by Mareefe from Pexels

Tanpa kita sangka, minyak kayu putih memiliki manfaat untuk mengusir nyamuk. Minyak kayu putih mampu mengusir nyamuk karena nyamuk tidak menyukai aroma dari minyak kayu putih itu sendiri. Tips agar lebih irit, bunda dapat mengombinasikannya dengan air. Lalu semprotkan pada daerah-daerah yang dihinggapi oleh banyak nyamuk.

4. Menggunakan Daun Serai

pengusir nyamuk
Image by Husky Kuma from Pixabay

Daun serai ini tentu sudah tidak asing lagi ya terdengar di telinga bunda ? Yap! Daun serai merupakan salah satu bumbu dapur yang sudah biasa digunakan untuk membuat makanan sehari-hari. Tanpa bunda sadari, daun serai ini memiliki bau yang khas dan tajam loh! Oleh karena itu, daun serai ini mampu mengusir nyamuk yang menyebalkan.

Begini caranya :

  • Siapkan beberapa batang serai, kemudian buang bagian yang sudah kering atau layu.
  • Batang serai yang sudah dipilih tadi lalu di cuci hingga bersih.
  • Kemudian, potong batang serai menjadi beberapa bagian, letakan dalam sebuah wadah terbuka.
  • Tempatkan wadah tersebut di area-area yang tidak ingin dihinggapi oleh nyamuk. Ingat ya, satu wadah untuk satu ruangan.
  • Lihat hasilnya, nyamuk-nyamuk akan pergi dengan sendirinya.

5. Menggunakan Daun Kemangi

pengusir nyamuk

Bahan alami yang satu ini cukup digemari oleh pecinta lalapan. Dengan aromanya yang khas, kuat namun lembut, serta daunnya yang tidak terlalu tebal. Bunda termasuk pecinta lalapan atau tidak ? Jika tidak, jangan buang daun kemangi ini, karena memiliki manfaat untuk mengusir nyamuk. Hanya dengan mengoleskan daun kemangi pada anggota tubuh, seperti kaki, tangan, si nyamuk ini tidak akan berani menggigit tubuh si kecil.

6. Menggunakan Warna Kuning

pengusir nyamuk
Photo by bach hanzo from Pexels

Warna kuning merupakan salah satu warna yang paling tidak disukai oleh nyamuk. Menurut studi, warna kuning sulit untuk diidentifikasi oleh nyamuk karena membingungkan gerombolan nyamuk. Bunda dapat mengombinasikan warna kuning dengan warna lainnya untuk dekorasi ruangan. Terutama untuk kamar tidur si kecil agar aman dari gangguan nyamuk.

7. Menggunakan Lilin Aromatherapy Rasa Lavender

pengusir nyamuk
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Lilin aromatherapy rasa lavender dapat membuat pikiran jauh lebih tenang dan fresh. Lilin aromatherapy ini mampu mengusir nyamuk secara maksimal. Bunda dapat menyalakan lilin aromatherapy di ruangan-ruangan yang banyak dihinggapi oleh nyamuk.

Referensi

Artikel Terkait

Pilihan Sayur dan Buah Terbaik di Awal MPASI

Pilihan Sayur dan Buah Terbaik di Awal MPASI

Jenis Sayuran dan Buah-Buahan Terbaik untuk Bayi di Awal MPASI

Photo from pexels

Selama 6 bulan awal kehidupan Si Kecil, ASI merupakan satu-satunya sumber nutrisi terbaik baginya. Dan faktanya, kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil hingga usia 6 bulan sudah dapat tercukupi hanya dengan pemberian ASI. Namun, selepas masa ASI Eksklusif serta dengan bertambahnya usia Si Kecil, ia akan membutuhkan asupan nutrisi yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Dimasa inilah, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil ya Bund. Oleh karena itu, bunda dianjurkan untuk mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebagai nutrisi tambahan selain ASI.

Pemberian MPASI juga tidak boleh sembarangan ya Bund. Jika bunda salah dalam memberikan MPASI, hal ini justru bisa membuat Si Kecil jadi susah makan nantinya. Dan tentunya, dengan kebiasaan seperti itu akan semakin membuat Si Kecil kekurangan nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya yang optimal.

Strategi Pemberian MPASI

Mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini 4 strategi yang bisa bunda lakukan saat pemberian MPASI.

  1. Tepat waktu

Berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia bayi sekitar 6 bulan).

  1. Adekuat

MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien untuk anak.

  1. Aman dan higienis

Proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan dan alat yang aman serta higienis.

  1. Diberikan secara responsif

MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.

Nah, salah satu sumber nutrisi yang bisa Si Kecil dapatkan pada masa MPASI adalah dengan mulai memperkenalkan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan. Semakin bervariasi, akan semakin baik karena Si Kecil akan mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi kebutuhannya dari berbagai sumber makanan.

Perhatikan juga agar memilih makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan reaksi alergi ya Bund. Selain itu, jangan tergoda untuk menambahkan gula ataupun garam kedalam makanan Si Kecil. Garam dapat membahayakan ginjal Si Kecil dan gula dapat mendorong Si Kecil menyukai makanan yang manis-manis dimasa yang akan datang.

Lalu, sayur dan buah apa saja yang sebaiknya diberikan untuk Si Kecil pertama kalinya?

Pilihan sayuran dan buah pada awal MPASI

Image by 泊悦 枫美 from Pixabay

SAYUR-SAYURAN

  1. Wortel

Sayuran yang satu ini kaya akan betakaroten serta Vitamin A. Wortel sangat baik digunakan sebagai MPASI karena bayi akan menyukai rasa manis yang alami dari wortel.

  1. Labu madu

Selain sebagai sumber betakaroten, labu madu juga mudah dicerna dan jarang menyebabkan alergi.

  1. Ubi jalar

Ubi jalar merupakan sumber kalium, vitamin C, dan memiliki serat yang baik. Kandungan betakaroten didalam ubi jalar membantu mencegah beberapa jenis kanker dan membersihkan radikal bebas.

  1. Zucchini

Sumber betakaroten yang baik, namun sebagian besar nutrisi berada dikulitnya. Jadi sebaiknya jangan dikupas ya Bund.

  1. Brokoli

Sayur ini merupakan makanan super karena merupakan sumber vitamin C, betakaroten, asam folat, zat besi, kalium, dan fitonutrien anti kanker.

  1. Kentang

Sayur ini mengandung vitamin C dan merupakan sumber kalium yang baik.

BUAH-BUAHAN

  1. Apel

Buah ini biasanya dijadikan MPASI dalam bentuk puree. Puree apel sangat mudah dicerna bayi. Kandungan pektin, yaitu serat larut dalam apel juga membantu melawan sembelit.

  1. Pisang

Kandungan gula dalam pisang adalah gula dilepaskan secara lambat, artinya akan memberikan energi untuk waktu yang cukup lama. Selain itu, pisang juga baik untuk mengobati diare dan sembelit.

  1. Pepaya

Buah ini sangat mudah untuk dikonsumsi. Pepaya mengandung Vitamin C, betakaroten dan tinggi serat larut yang penting untuk usus agar berfungsi normal. Tidak hanya itu, pepaya juga mengandung enzim yang membantu pencernaan.

  1. Pir

Adalah salah satu buah yang paling tidak menimbulkan alergi, sehingga pir bisa menjadi pilihan bahan MPASI yang baik.

  1. Aprikot

Buah ini juga sumber beta-karoten, serat, zat besi dan kalium yang baik.

  1. Blewah

Salah satu varietas melon ini adalah varietas yang paling bergizi. Sangat manis dan kaya akan vitamin C serta beta-karoten.

  1. Blueberry

Selain vitamin C dan beta-karoten, kandungan pigmen biru (antosianin) dikulit blueberry dapat membantu melindungi kita dari kanker. Selain itu, blueberry juga memiliki kandungan antioksidan tertinggi dari semua buah.

  1. Persik

Sumber vitamin C yang baik, serta dagingnya yang lunak akan mudah dicerna Si Kecil.

Itulah beberapa jenis sayuran dan buah-buahan terbaik untuk mengawali masa MPASI Si Kecil ya Bund. Terus pastikan bahwa Si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi kebutuhannya untuk tumbuh kembangnya yang optimal.

Referensi

Artikel Terkait

Cara Ampuh Menghadapi Gerakan Tutup Mulut Anak

Cara Ampuh Menghadapi Gerakan Tutup Mulut Anak

Cara Ampuh Menghadapi Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Anak

Gerakan tutup mulut
Photo from pexels

Pernahkah bunda mendapati Si Kecil menutup mulutnya pada saat makan? Jika pernah, bunda harus tetap tenang ya. Karena hal ini juga banyak dialami beberapa bunda. Kebiasaan Si Kecil menutup mulutnya pada saat makan ini biasa disebut Gerakan Tutup Mulut (GTM). Tidak hanya dengan menutup mulut, seringkali Si Kecil juga menyemburkan bahkan melepehkan makanan yang sudah masuk kedalam mulutnya.

Mendapati Si Kecil yang melakukan GTM, tentu membuat banyak bunda resah dan khawatir. Bagaimana tidak? Jika hal ini dibiarkan saja, masalahnya akan semakin melebar. Si Kecil bisa kekurangan nutrisi yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Tidak hanya itu, kebiasaan GTM juga bisa menyebabkan berat badan Si Kecil terus menurun.

Secara umum, GTM pada anak biasanya disebabkan karena Si Kecil merasa bosan, sedang sakit, tidak merasa lapar, mengalami trauma, baik terhadap makanan ataupu terhadap proses makan. Namun menurut penelitian multisenter yang dilakukan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab tersering dari perilaku GTM pada anak adalah inappropriate feeding practice, yaitu perilaku makan tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai dengan usia Si Kecil. GTM sering terjadi sejak Si Kecil disapih atau ketika waktu awal dimulainya pemberian MPASI.

Beberapa hal harus bunda perhatikan ketika pemberian makanan untuk Si Kecil, seperti:

  1. Tepat waktu
  2. Kuantitas makanan sudah sesuai
  3. Kualitas makanan sudah baik
  4. Kebersihan penyiapan dan penyajian makanan
  5. Jenis makanan disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak

Cara mengatasi Gerakan Tutup Mulut pada anak

Gerakan tutup mulut
Photo by Bich Tran from Pexels

Nah, untuk mencegah atau bahkan mengatasi anak yang sudah terlanjur melakukan GTM, bisa dengan cara melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Lalu bagaimana caranya?

Ikuti tips mengatasi GTM sesuai anjuran IDAI berikut ini ya Bund.

LAKUKAN

  1. Atur jadwal antara makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur. Yaitu 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan kecil diantaranya. Susu dapat diberikan 2-3 kali sehari (500-600 ml/hari)
  1. Batasi waktu makan, tidak boleh lebih dari 30 menit.
  2. Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
    Biasakan makan berama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan dimeja makan.
  1. Dorong anak untuk makan sendiri.
    Bila anak menunjukan tanda tidak mau makan, tawarkan kembali makanan tanpa memaksa Si Kecil. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, maka akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

JANGAN LAKUKAN

  1. Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya. Hal ini bisa membuat Si Kecil trauma bahkan membuat anak semakin tidak menyukai makanan tersebut.
  2. Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau menaiki sepeda.
  3. Jangan memberikan minuman lain selain air putih diantara waktu makan.
  4. Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa bunda lakukan, serta beberapa hal yang jangan sampai bunda lakukan ketika mengatasi GTM pada Si Kecil. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya Bunda!

Referensi

Artikel Terkait

Cara Menghadapi Anak yang Suka Pilih Makanan

Cara Menghadapi Anak yang Suka Pilih Makanan

Cara Menghadapi Anak yang Suka Pilih-Pilih Makanan

anak makanan pilih
Photo from pexels

Salah satu permasalahan yang seringkali dikeluhkan para bunda yang memiliki balita adalah kebiasaan anak yang suka pilih-pilih makanan. Kebiasaan ini paling sering terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Apakah anak bunda salah satunya? Masalah ini tentu membuat banyak bunda merasa resah. Karena anak yang hanya menyukai beberapa jenis makanan saja, kebutuhan nutrisinya tidak akan tercukupi secara maksimal. Sedangkan kebutuhan nutrisi untuk Si Kecil wajib terpenuhi ya bund, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dan nutrisi ini hanya bisa Si Kecil dapatkan dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan.

Kenapa anak bisa pilih-pilih makanan?

Jika Si Kecil tidak mendapatkan cukup nutrisi, hal ini bisa menghambat tumbuh kembangnya lho Bund. Bahkan akibat yang paling buruk, Si Kecil bisa mengalami malnutrisi atau gizi buruk. Tentu bunda tidak ingin hal itu terjadi pada buah hati bunda bukan? Namun, bagaimana jika Si Kecil sudah terlanjur suka pilih-pilih makanan? Apakah hal ini normal terjadi?

Melansir dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebiasaan pilih-pilih makanan pada anak termasuk kedalam istilah food preference. Food preference sendiri memiliki spektrum yang luas, mulai dari picky eater sampai selective eater.

  • Picky Eater

 Picky eater artinya anak mau mengkonsumsi berbagai jenis makanan, baik yang sudah dikenal ataupun yang belum, tapi menolak untuk mengkonsumsinya dalam jumlah yang cukup.

Walaupun pilih-pilih makanan, namun picky eater masih mau mengkonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur, buah dan susu. Misalnya, anak menolak nasi tapi masih mau makan roti atau mie. Dan ini masih merupakan fase normal dari perkembangan seorang anak.

  • Selective Eater

 Selective eater adalah anak yang menolak semua jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu.

Misalnya, Si Kecil sama sekali enggan untuk mengkonsumsi karbohidrat baik nasi, roti ataupun mie. Hal ini mengakibatkan anak beresiko mengalami kekurangan nutrisi tertentu baik nutrisi makro ataupun nutrisi mikro.

Masih dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya food preference pada anak, seperti:

  • Paparan makanan pada usia dini
  • Tipe kepribadian anak
  • Pengaruh lingkungan
  • Tekanan pada saat proses makan.

6 cara menghadapi anak yang suka pilih-pilih makanan.

anak makanan pilih
Photo from pexels
  1. Selalu sajikan menu makanan yang berimbang setiap harinya.

Children see, children do. Kebiasaan makan orang tua juga akan mempengaruhi kebiasaan makan Si Kecil. Jika orangtua enggan makan sayur, wajar jika Si Kecil juga enggan makan sayur ya bund.

  1. Sajikan makanan dalam porsi kecil.
  2. Sajikan makanan dimeja yang terjangkau.

Karena jika Si Kecil yang memegang kendali, ia akan cenderung lebih tertarik, dibandingkan jika mereka disuruh memakan sesuatu.

  1. Paparkan makanan baru pada anak sebanyak 10-15 kali.

Jangan langsung menyerah ya bund, ketika pertama kali memberikan makanan baru dan Si Kecil menolak.

  1. Berikan contoh makan yang menyenangkan.

Jika anak melihat orang lain memakan makanan yang serupa, anak akan lebih tertarik untuk mencoba makanan tersebut.

  1. Bunda harus tetap tenang.

Jangan panik atau marah-marah saat anak menolak makanan tertentu.

Itulah beberapa cara yang bisa bunda lakukan ketika Si Kecil suka pilih-pilih makanan. Pastikan agar Si Kecil mendapatkan nutrisi yang cukup untuk membantunya tumbuh sehat dan cerdas. Tetap semangat bunda!

Referensi

Artikel Terkait

Kenali Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

Kenali Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

Kenali Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

stunting anak
Photo from pexels

Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak adalah mengalami stunting. Sayangnya, masalah ini sangat jarang diketahui para bunda karena kurangnya pengetahuan mereka akan pentingnya memberikan gizi yang cukup untuk buah hatinya agar terhindari dari stunting. Banyak bunda yang baru menyadari perbedaan buah hatinya dengan anak seusianya, ketika anak sudah menginjak usia sekitar 2 tahun. Beberapa hal yang biasanya terlihat jelas perbedaanya seperti berat dan tinggi badannya yang tidak sesuai dengan anak seusianya.

Apa itu stunting?

Akhir-akhir ini tentu bunda sering mendengar istilah stunting yang banyak didengungkan oleh para tenaga kesehatan. Hal ini tidak mengherankan karena masalah ini di Indonesia tergolong kronis. Melansir dari katadata.co.id, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh yang pendek. Namun tidak hanya masalah fisik, balita yang mengalami stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki kecerdasan dibawah normal, serta memiliki produktivitas yang rendah.

Dijelaskan bahwa menurut standar Badan Kesehatan Dunia (WHO), suatu wilayah dianggap kronis jika memiliki prevelansi diatas 20%. Prevelansi sendiri adalah proporsi penderita dibandingkan populasi disuatu wilayah dalam waktu tertentu. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terakhir pada tahun 2019 prevelansi stunting di Indonesia mencapai 27.7%, yang artinya secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis.

Ciri-ciri Si Kecil mengalami stunting

stunting anak
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Mengutip dari laman alodokter.com, berikut ini ciri-ciri balita yang mengalami stunting:

  • Memiliki tubuh yang pendek dan kurus, namun tetap proporsional
  • Tingkat kecerdasan menurun
  • Mengalami gangguan dalam berbicara
  • Kesulitan dalam belajar
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Mudah sakit, terutama akibat penyakit infeksi
  • Lebih sulit dan lama sembuh ketika sakit
  • Rentan terhadap penyakit seperti diabetes, hipertensi dan obesitas

Penyebab stunting pada anak

  • Kurangnya asupan gizi anak dalam 1000 hari pertama kehidupan (yaitu semenjak didalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun)
  • Kurangnya asupan protein
  • Pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi
  • Kebersihan lingkungan yang buruk
  • Pola asuh yang kurang baik disebabkan kondisi ibu yang terlalu muda atau jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Cara mencegah stunting pada anak

  • Penuhi kecukupan nutrisi ibu selama masa kehamilan dan menyusui, terutama asupan zat besi, asam folat dan yodium.
  • Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah melahirkan Si Kecil.
  • Berikan ASI Eksklusif selama 6 bulan.
  • Lengkapi pengetahuan mengenai MPASI yang baik dan cara penerapannya.
  • Biasakan perilaku hidup sehat dan bersih
  • Gunakan air bersih dan pastikan fasilitas sanitasi terpenuhi

Selain langkah pencegahan diatas, bunda juga harus rutin memeriksakan kondisi Si Kecil ke Posyandu ataupun Puskesmas terdekat ya Bun. Hal ini agar kenaikan berat badan dan tinggi badan Si Kecil dapat dipantau berdasarkan kurva pertumbuhan dari WHO.

Meskipun stunting merupakan masalah pertumbuhan pada anak yang tidak dapat diperbaiki ketika terjadi pada Si Kecil, namun pencegahan sedini mungkin dapat memperbaiki kondisinya agar tidak semakin memburuk.

Referensi

Artikel Terkait

Pahami Karakteristik Anak Usia Dini

Pahami Karakteristik Anak Usia Dini

Pahami Karakteristik Anak Usia Dini

Karakteristik Anak
Photo from pexels

Karakteristik anak yang satu dengan yang lain mungkin saja berbeda-beda, namun secara umum anak usia dini memiliki karakter yang sama. Maka disini, perlunya  memahami karakteristik anak bunda sendiri agar tidak salah kaprah dalam menangani perilaku si anak. Salah dalam memperlakukan anak usia dini seringkali dikarenakan hati sudah merasa kesal dan lelah, karena pada dasarnya, kita juga tidak paham anak maunya seperti apa, inginnya seperti apa sehingga kita salah dalam mengambil tindakan. Dan juga dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikis, sosial dan moral anak tersebut.

Pentingnya Pemahaman Karakteristik Anak

Karakteristik Anak
Photo from pexels

Sebelum kita lanjut kepada pembahasan selanjutnya, bunda perlu tahu alasan penting kenapa bunda membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik anak usia dini:

  • Usia dini adalah usia 0-6 tahun. Di usia ini merupakan fase peletakan dasar-dasar pembentukan kepribadian anak yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk membimbing anak menjadi generasi emas.
  • Apa yang dilihat dan dilakukan anak akan terus ia ingat hingga besar dan bisa jadi kebiasaan. Kebiasaan tersebut akan terus berkembang di tahapan usia selajutnya. Maka perlunya bunda untuk terus memantau anak mengenai kebiasaan-kebiasaan yang ia lakukan di usia dini.
  • Pertumbuhan dan perkembangan fisik, motorik, berfikir dan naluri anak menjalani kecepatan yang luar biasa dibandingkan usia berikutnya. Usia 0-4 tahun anak sudah menyerap 50 % kecerdasan intelektualitas dan usia 8 tahun anak menyerap 80 % kecerdasan intelektualitasnya.

Karakteristik Anak Usia Dini

Ada beberapa karakteristik anak usia dini secara umum, ayah bunda perlu memahami karakteristik berikut ini 

  • Anak itu begitu lucu dan unik

Masing-masing anak memiliki kelucuan dan keunikkan masing-masing dikarenakan tumbuh dalam lingkungan yang berbeda, pola asuh yang berbeda, dan perbedaan proses pembelajaran anak. Maka dari itu peran orangtua diperlukan agar anak mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya.

  • Rasa egonya begitu tinggi

Pada anak usia dini anak lebih cenderung untuk mementingkan dirinya sendri. Oleh karena itu, seringkali ditemukkan anak satu dengan anak yang lain saling bertengkar, berebut mainan. Para orangtua harus selalu memantau sikap dan perilaku anak ketika bersosialisasi dengan teman sebayanya.

  • Begitu aktif dan energik

Terlebih ketika anak tersebut sudah berusia 1 tahun dan sudah mampu berjalan. Lari kesana kemari seperti tidak ada habisnya untuk melatih tulang-tulang dan ototnya agar tumbuh dengan baik dan kuat. Pengawasan dari orangtua sangat penting agar anak tetap aman dan selamat.

  • Rasa ingin tahu begitu besar

Rasa ingin tahu muncul terutama pada hal-hal yang baru dia lihat ataupun kejadian-kejadian  sekitar yang baru dilihatnya. Dia akan terus bertanya-tanya. Inilah kesempatan yang bagus untuk bunda manfaatkan agar dapat memberikan edukasi-edukasi yang positif untuk si anak.

  • Eksploratif dan berjiwa petualang

Bunda harus siap memfasilitasi anak dengan hal-hal yang berkaitan dengan petualangan. Jangan lupa untuk tetap bunda arahkan, dan tetap bunda kendalikan agar anak tidak mengalami kendala-kendala atau kesulitan karena kedua orangtuanya sudah siap siaga untuknya.

  • Spontanitas

Tidak jarang ditemukan anak usia dini bersikap spontanitas, ceplas-ceplos dalam bersikap dan bertindak. Pada dasarnya semua itu ia lakukan sebagai bentuk mengekspresikkan kebutuhan naluri dan pemikiranya. Bimbingan dan arahan bunda diperlukan agar anak dapat menjaga sikap dan perilakunya di kemudian hari. Sehingga perkataan dan tindakanya tersebut tidak menyakiti hati orang lain.

  • Selalu ceria dan riang gembira.

Sikap anak yang riang gembia seringkali memunculkan ide-ide keatif dan imajinatif sehingga ia mampu berkarya dan berimajinasi sesuai dengan apa yang ia imajinasikan di otaknya. Anak dapat mengambar pemandangan, membuat karya yang abstrak, dan senang bercerita itu hasil dari ide-ide kreatif yang ia kembangkan.

  • Mudah frustasi.

Nah inih yang seringkali membuat para orangtua ikut-ikutan frustasi jika tidak mampu mengendalikan si anak. Anak mudah menangis apabila keinginanya tidak terpenuhi dan mudah marah-marah untuk meluapkan kekesalanya. Ada beberapa orang tua menanggapinya dengan geram dan menghukum si anak, ada juga para orangtua yang tetap bersabar dan mampu mengendalikan anak dengan baik.

  • Semangat belajar yang tinggi.

Dengan semangat belajar yang tinggi seringkali membuat bunda benar-benar kewalahan dalam menanggapi keinginan si anak. Bunda harus siap mengorbankan tenaga dan waktunya agar anak benar-benar terbimbing ketika ia dalam proses pembelajaran.

  • Kurang pertimbangan.

Anak tidak senang untuk dikekang. Anak akan lebih menyukai ketika ia melakukan sesuatu sesuka hatinya. Tanpa mempertimbangkan buruk atau baik, berbahaya atau tidak. Tetap saja ia lakukan dengan senang hati. Bunda perlu berhati-hati, terlebih ketika si anak mulai suka untuk memakan apapun yang ditangannya, bermain api dan lain sebagainya.

Dengan memahami karakteristik anak usia dini, diharapkan ayah bunda selaku orangtua mampu menemukan  pola dalam mengasuh dan mendidik ananda. Selain itu juga, diharapkan ayah bunda mampu untuk lebih bersabar dengan segala pola dan tingkah laku anak selama proses stimulasi tumbuh kembang anak. Agar anak mampu tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa kekurangan suatu apapun.

Referensi

Artikel Terkait

Tips Sukses Stimulasi agar Anak Cerdas Berprestasi

Tips Sukses Stimulasi agar Anak Cerdas Berprestasi

Tips Sukses Stimulasi agar Anak Cerdas Berprestasi

anak cerdas
Photo by Kaboompics .com from Pexels

Stimulasi agar anak cerdas berprestasi pada usia dini sangat penting untuk bunda pelajari agar tidak menyesal di kemudian hari. Stimulasi adalah suatu rangsangan untuk mengoptimalkan semua sistem indera si anak seperti, indera pendengaran, indera penglihatan, indera penciuman, indera perasa, dan indera peraba.

Stimulasi biasanya dilakukan bunda setelah proses melahirkan, namun alangkah baiknya jika stimulasi ini sudah bunda lakukan sejak ia masih dalam kandungan. Semakin  cepat proses stimulasi ini, tentu akan lebih cepat pula proses tumbuh kembang anak dikemudian hari, agar anak menjadi lebih cerdas dan berprestasi.

Berbicara mengenai tumbuh kembang anak, barangkali ada bunda yang masih bertanya-tanya. Tumbuh kembang anak itu sebenernya apa sih? Tumbuh kembang anak merupakan dua peristiwa penting, namun sifatnya berbeda, sulit dipisahkan dan saling berkaitan. Jadi, pertumbuhan merupakan perubahan fisik pada si anak yang dapat diukur, contoh mengukur tinggi badan, dan berat badan.

Adapun perkembangan merupakan pertambahan kemampuan si anak dalam struktur dan fungsi tubuh, contoh yang tadinya hanya dapat terlentang, sekarang dapat tengkurap, yang tadinya hanya dapat duduk, sekarang dapat berjalan, bahkan berlari, dan seterusnya. Lalu apa si tujuan utama stimulasi anak pada usia dini?

Mengoptimalkan tumbuh kembang anak agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Tindakan tersebut dapat kita lakukan dengan bantuan orang lain, atau tanpa bantuan orang lain, namun tetaplah itu menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua. Kita dapat melakukanya dengan berbagai aktifitas, seperti misalnya latihan gerak, berbicara, berfikir, kemandirian dan sosialisasi. Lakukan setiap hari, berulang-ulang secara berkala dan disesuaikan dengan umur serta kondisi anak. Apakah bunda sudah mengetahui sebelumnya? Ternyata ada beberapa hal yang harus bunda perhatikan loh agar bunda dapat sukses menstimulasi anak.

anak cerdas
Photo by Caleb Oquendo from Pexels

8 Tips sukses stimulasi agar anak cerdas berprestasi

  1. Ciptakan rasa kasih sayang dan cinta kepada anak agar anak merasa nyaman dan terkendali.

Dengan menciptakan hubungan yang baik kepada anak merupakan awal dari suksesnya stimulasi kepada anak. Coba bayangkan, jikalau orangtua saja kurang akrab dengan anak, tidak ada cinta dan kasih sayang, maka dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap tumbuh kembang anak.

  1. Berikan contoh sikap dan perilaku yang baik kepada anak.

Anak adalah salah satu perekam terbaik, terlebih diusianya yang masih di bawah 3 tahun. Si anak akan cenderung lebih mudah untuk mencontoh apa saja yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Maka perlunya peran orangtua untuk mampu membimbing si anak agar dapat memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk.

  1. Berikan stimulasi yang sesuai dengan tingkat usianya.

Untuk kelompok usia anak kecil, maka perkenalkanlah kepada ia dengan teman sebayanya, entah itu anak tetangga, saudara, atau bahkan orangtuanya sendiri yang menemaninya bermain. Teman sangat diperlukan untuk mengembangkan sosialisasi anak dan membantu anak dalam memahami setiap perbedaan dari teman-temanya.

  1. Perkenalkan berbagai macam permainan yang dapat menyenangkan bagi anak, tanpa paksaan dan tanpa hukuman.

Anak memerlukan berbagai macam permainan agar tidak membosankan baginya, tentunya ada yang bersifat pasif dan ada yang bersifat aktif. Jika si anak sedang dalam keadaan sakit, bunda tetap dapat mengajaknya bermain dengan permainan pasif. Seperti ajak ia untuk menggambar pemandangan, membacakan cerita untuknya, atau menonton video edukasi lainya.

  1. Lakukan stimulasi terhadap 4 aspek secara bertahap.

Stimulasi terhadap motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, mandiri dan sosialisasi. Bunda dapat melakukan 4 aspek itu secara berkelanjutan, step by step, tidak semuanya langsung dapat dilahap. Anak juga memiliki rasa lelah, rasa bosan, pandai-pandainya bunda saja untuk mengatasi itu semua.

  1. Gunakan alat bantu permainan yang sederhana, aman dan bersifat edukatif.

Alat bantu permainan tersebut harus bunda sesuaikan dengan tingkat usia dan tingkat perkembangan anak. Jika tidak, semua itu dapat mengakibatkan kurang optimalnya tumbuh kembang si anak. Jadi, bunda harus benar-benar memerhatikan hal ini, sehingga alat permainan dapat berfungsi dengan benar.

  1. Perkenalkan perbedaan fisik antara perempuan dan laki-laki.

Ini sangat penting untuk bunda perhatikan , agar si anak dapat mengenali mana teman sebayanya yang sejenis mana yang lawan jenis. Selain itu, agar si anak tahu batasan-batasanya terhadap lawan jenis meskipun masih belum beranjak dewasa.

  1. Fokus terhadap kebaikan anak bukan pada keburukan anak.

Bukan berarti ketika si anak melakukan keburukan tidak ditegur, tetap ditegur, namun dibarengi pula dengan pujian dan kata-kata motivasi ketika si anak melakukan kebaikan. Semua itu dilakukan agar si anak tidak hanya merasa diperhatikan ketika ia melakukan keburukan saja, melainkan si anak juga akan merasa ketika ia melakukan kebaikan ia akan lebih diperhatikan, sehingga si anak akan lebih memilih melakukan kebaikan , dibanding keburukan.

Nah itu dia beberapa hal yang perlu bunda perhatikan agar sukses stimulasi untuk anak cerdas berprestasi. Catat poin-poin pentingnya ya bund. Semua itu tidak ada yang instan, semuanya butuh proses, dan pastinya bunda perlu kesabaran lebih apabila anak sedikit lambat untuk memahami rangsangan dari panca inderanya.

Bunda harus selalu ada untuknya, ajak ia berbicara, bermain setiap hari, berikan edukasi-edukasi untuknya secara berulang-ulang setiap hari. Dan lihat hasilnya di kemudian hari. Bunda akan melihat anak bunda tumbuh besar dan menjadi sesosok anak yang cerdas berprestasi dan pastinya berguna untuk banyak orang. Perjuangan takkan mengkhianati hasil. Semangat bunda!

Referensi

Artikel Terkait

Cara Jitu Hadapi Anak Tantrum

Cara Jitu Hadapi Anak Tantrum

Cara Jitu Hadapi Anak Tantrum

anak tantrum

Photo by wallup.net

Apakah bunda sudah tahu penyebab anak tantrum? Mengutip dari laman healthofchildren.com, tantrum adalah sebuah kemarahan dan frustrasi yang berlebihan pada anak yang ditandai dengan tangisan, teriakan, dan gerakan tubuh yang penuh kekerasan, termasuk melempar barang, jatuh ke lantai, dan membenturkan kepala, tangan, dan kaki ke lantai.

Yup, bagi bunda yang memiliki balita berusia sekitar 1-4 tahun, tentu sering menghadapi hal-hal tersebut ketika Si Kecil tantrum ya bund. Tidak hanya dirumah, tantrum Si Kecil juga bisa terjadi ketika diluar rumah bahkan ketika ditempat keramaian. Namun, ada juga beberapa bunda yang belum memiliki pengalaman sama sekali, dalam menghadapi anak yang tantrum. Oleh karena itu, penting untuk bunda mengetahui apa saja penyebab tantrum pada anak dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa penyebab tantrum pada anak?

Dijelaskan dalam laman resmi parenting australia, raisingchildren.net.au, ada beberapa hal yang bisa memicu tantrum pada anak:

  1. Temperamen/Tabiat – hal ini dapat mempengaruhi seberapa cepat dan kuat anak bereaksi pada kejadian yang membuatnya frustasi. Anak-anak yang mudah marah, lebih cenderung untuk mengalami tantrum.
  2. Stress, kelaparan, kelelahan dan stimulasi yang berlebihan – dapat mempersulit anak-anak untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dan perilakunya.
  3. Situasi yang tidak bisa diatasi anak-anak – misalnya, anak-anak mungkin mengalami kesulitan untuk mengatasi jika ada anak yang lebih besar mengambil mainannya.
  4. Emosi yang kuat – seperti khawatir, takut, malu dan marah bisa membuat anak-anak kewalahan.

Bagaimana mengatasi anak yang tantrum?

anak tantrum

Photo from pexels

Meski normal terjadi pada anak sebagai bagian dari proses perkembangannya, tantrum tidak boleh dibiarkan begitu saja ya bund, karena jika dibiarkan nantinya akan menjadi kebiasaan yang buruk. Lebih lanjut dari laman raisingchildren.net.au, dijelaskan juga beberapa langkah yang bisa bunda lakukan ketika menghadapi Si Kecil yang tantrum:

  1. Tetap tenang atau berpura-puralah untuk tenang

Jika Si Kecil tantrum dan bunda ikut marah, hal itu akan membuat situasi menjadi lebih sulit. Ketika bunda berbicara, usahakan agar suara bunda tetap tenang dan datar, dan bertindaklah dengan hati-hati dan perlahan.

  1. Akui emosi kuat Si Kecil

Hal ini dapat membantu mencegah perilaku anak menjadi lebih tidak terkendali dan memberi Si Kecil kesempatan untuk memulihkan emosinya.

  1. Tunggu amarahnya mereda

Tetaplah berada didekat Si Kecil, sehingga ia tahu bahwa bunda ada bersamanya. Tapi jangan mencoba beralasan dengannya atau mengalihkan perhatiannya. Hal itu sudah terlambat, sekali tantrum dimulai.

  1. Ambil kendali saat diperlukan

Jika tantrum terjadi karena Si Kecil menginginkan sesuatu, jangan berikan apa yang ia inginkan.

  1. Tetap konsisten dan tenang dalam proses pendekatan bunda

Jika bunda memberi Si Kecil apa yang ia inginkan ketika ia tantrum dan terkadang tidak, masalahnya akan menjadi lebih buruk.

Referensi

Artikel Terkait

Bagaimana mengatasi si kecil tidak suka sayur?

Bagaimana mengatasi si kecil tidak suka sayur?

Bagaimana mengatasi si kecil jika tidak suka makan sayur?

mengatasi sayur kecil
Photo from pexels

Memiliki bayi yang sedang menjalani masa MPASI tentu membuat bunda sangat bersemangat untuk mengeksplor berbagai macam menu MPASI untuk Si Kecil. Karena dimasa inilah, Si Kecil akan mulai mengenal beragam jenis makanan, mulai dari sayur- sayuran, buah-buahan dan daging, yang mana semua bahan makanan ini akan memberikan nutrisi yang cukup untuk membantu tumbuh kembang Si Kecil. Namun, bagaimana caranya mengatasi jika si kecil tidak menyukai sayur? Faktanya, kurangnya asupan sayuran bisa mempengaruhi pertumbuhan Si Kecil. 

Siasat mengatasi jika si kecil tidak suka makan sayur

mengatasi sayur kecil
Photo from pexels

Dan tentu, semua bunda pasti setuju jika sayur adalah sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral dan serat yang hanya bisa didapatkan jika Si Kecil mau mengkonsumsi sayur. Terlebih kandungan serat yang ada pada sayur, sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil dari masalah pencernaan seperti konstipasi.

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Serat makanan penting untuk menjaga fungsi normal usus dan juga berperan dalam pencegahan penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung koroner, dan diabetes mellitus tipe-2.

Nah, sudah tambah yakin kan bund akan pentingnya sayuran untuk Si Kecil. Oleh karena itu usahakan agar bunda selalu memberikan nutrisi yang seimbang dengan selalu menyajikan sayur serta bahan lain, didalam menu harian Si Kecil. Sehingga kebutuhan nutrisi harianya selalu tercukupi dan ia bisa tumbuh dengan maksimal.

Tapi, bagaimana jika si anak tetap tidak menyukai sayur? Melansir dari hellosehat.com, ada 5 siasat mengatasi Si Kecil yang susah makan sayur, seperti berikut ini:

  1. Sajikan sayuran sejak kecil

Agar Si Kecil suka makan sayur, maka bunda harus membiasakan mereka untuk memakannya sedari kecil, tepatnya ketika mereka sudah mulai mengkonsumsi MPASI.

  1. Tawarkan semua jenis sayuran

Si Kecil mungkin memuntahkan bayam saat makan, tapi jangan cepat menyerah bund. Cobalah beragam sayuran lain seperti selada, buncis, brokoli, wortel, sawi, kangkung dan lain-lain.

  1. Jangan menyembunyikan sayuran

Menyembunyikan sayuran pada makanan lain memang bisa jadi cara jitu mengatasi Si Kecil yang susah makan sayur. Namun, cara ini tidak selalu berhasil, karena anak perlu dikenalkan sayuran dalam bentuk dan rasa yang asli. Hal ini juga bisa jadi bumerang, karena anak bisa kehilangan kepercayaan ketika mereka sadar telah tertipu.

  1. Jadi teladan buat Si Kecil

Jika ingin Si Kecil suka sayuran, pastikan bunda juga menyukainya ya. Tunjukan bahwa sayuran adalah makanan yang enak dan menyehatkan dengan cara membuat menu makanan yang menggugah selera.

  1. Memasak bersama

Jika perlu, ajaklah Si Kecil untuk memasak bersama bunda. Ketika memasak, kenalkanlah manfaat sayuran yang sedang ia masak. Cara ini akan menciptakan suasana yang positif serta mendorong anak untuk memakan sayur hasil masakannya sendiri.

Referensi

Artikel Terkait

CONNECT WITH US

Follow Us

Copyright 2019. Sahabatlactamond.com