fbpx

Si Kecil Sulit Menyusu? Kenali Gejala Tongue-tie di Bawah Ini!

tongue-tie
Photo From Facebook

Apakah Si Kecil sulit menyusu? Saat Si Kecil sulit menyusu dan sering menyusu, tetapi tetap rewel. Barangkali Si Kecil mengalami gangguan lidah yang disebut tongue-tie. Jika Si Kecil sudah mengalami gangguan ini, maka bunda harus segera membawanya ke dokter untuk menangani masalah ini agar pertumbuhan Si Kecil tidak terganggu akibat kesulitan menyusu.

Pengertian Tongue-tie

Tongue-tie adalah gangguan pada lidah bayi yang dapat menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut. Pada umumnya terjadi karena adanya kelainan bawaan dari lahir akibat terlalu pendeknya frenulum, yaitu jaringan penghubung antara lidah dan dasar mulut paling depan.

Jika  frenulum ini terlalu pendek, maka akan menyebabkan beberapa gangguan atau komplikasi, seperti Si kecil akan sulit untuk  makan, menelan, menyusu atau bahkan berbicara. Seorang anak yang memiliki gangguan ini akan mengalami kesulitan untuk melafalkan beberapa huruf, seperti huruf “R”, “S”, “Z”, “TH”, “D” dan “T” atau biasa disebut dengan cadel.

Selain itu, tongue–tie juga dapat mempengaruhi ibu menyusui. Rasa sakit pada puting payudara juga dapat terjadi akibat Si kecil mengalami kesulitan saat menghisap ASI. Jika gangguan lidah ini tidak memiliki gejala atau tidak menimbulkan masalah yang serius, maka kondisi seperti ini tidak perlu untuk dikhawatirkan. Lalu apa saja gejala tongue-tie ini?

Gejala Tongue-tie

Melansir dari alodokter.com, berikut ini ada gejala-gejala tongue-tie yang mungkin dapat terjadi. Simak ulasannya di bawah ini!

  • Si Kecil memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyusu, namun masih tetap terlihat rewel seperti tidak merasa kenyang-kenyang.
  • Lidah bayi terlihat seperti memiliki lekukan di ujungnya, bahkan seperti membentuk hati.
  • Si Kecil sulit mengangkat atau menggerakkan lidahnya. Hal inilah yang dapat membuat Si kecil kesulitan menyusu karena pelekatan yang kurang tepat.
  • Saat menyusu, Si Kecil mengeluarkan suara mengecap seperti “ckck” .
tongue-tie

Tipe Tongue-tie

Masih dilansir dari alodokter.com, berdasarkan tingkat keparahannya tipe tongue-tie terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

Tipe 1

Frenulumnya begitu tipis dan elastis, serta menempel dari ujung lidah hingga ke tepian puncak gusi.

Tipe 2

Hampir mirip dengan tipe 1, tongue-tie tipe 2, frenulumnya masih sama-sama elastis, namun sudah lebih tebal dibandingkan tipe 1.

Tipe 3

Pada tipe 3, frenulum tebal dan kaku, serta menempel dari bagian tengah lidah hingga ke dasar mulut.

Tipe 4

Pada tipe 4, frenulum terletak di belakang, dekat pangkal lidah, sehingga tidak terlihat dengan jelas.

Setelah bunda memastikan bahwa Si Kecil memiliki tanda-tanda tongue-tie, segeralah bawa Si Kecil ke dokter anak agar ia segera diperiksa. Tipe Tongue-tie juga baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan dokter. Dokter akan meraba bagian frenulum untuk mengetahui tongue-tie tipe mana yang dialami oleh Si Kecil.

Cara Menangani Tongue-tie

Untuk menangani tongue-tie ini, para ahli masih mempunyai perbedaan pendapat. Ada yang berpendapat untuk menunggu lingual frenulum dapat merenggang dengan sendirinya. Ada juga yang berpendapat tongue-tie ini harus segera dilakukan tindakan operasi untuk mengurangi risiko kekurangan nutrisi pada bayi baru lahir. Dikutip dari laman halodoc.com beberapa tindakan operasi yang mungkin dapat dilakukan adalah:

  1. Frenotomy

Prosedur pembelahan tongue-tie ini menggunakan sebuah gunting khusus yang sudah disterilkan. Seorang dokter akan membelah bagian sisi bawah lidah agar tidak terlalu menempel dengan dasar mulut, sehingga lidah dapat bergerak dengan lebih leluasa. Pada umumnya prosedur ini berlangsung lebih cepat, dengan dibius atau tanpa dibius. Selain itu juga jarang terjadi pendarahan besar, komplikasi juga jarang terjadi.

  1. Frenuloplasty

Berbeda dengan prosedur frenotomy. Pada prosedur frenuloplasty biasanya dilakukan pembiusan umum dan menggunakan perlengkapan operasi yang lebih lengkap. Pada prosedur ini akan dilakukan pada lingual frenulum yang lebih tebal, sehingga tidak memungkinkan jika menggunakan prosedur frenotomy. Pasca operasi, pengidap kondisi ini memerlukan sedikit waktu untuk melatih pergerakan lidah untuk membantu mengurangi risiko timbulnya komplikasi.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan gejala tongue-tie. Untuk mencegah Si Kecil mengalami kondisi ini, bunda sebaiknya melakukan pemeriksaan prenatal untuk mendeteksi gangguan ini sejak dini. Segera hubungi dokter apabila Si Kecil mengalami komplikasi yang sudah dijelaskan di atas. Penanganan yang tepat dan cepat dapat mengurangi risiko komplikasi yang bisa saja terjadi.

Referensi

Artikel Terkait

CONNECT WITH US

Follow Us

Copyright 2019. Sahabatlactamond.com